Tingkatkan Kesehatan Benih dan Tanaman Jeruk, Bimtek Deteksi Cepat Penyakit HLB Digelar di Tebas
TEBAS, SAMBAS – Upaya meningkatkan kesehatan benih dan tanaman jeruk terus diperkuat melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Implementasi Kit Deteksi Cepat Penyakit Huanglongbing (HLB) yang dilaksanakan pada 27 Oktober 2026 di Kecamatan Tebas, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat.
Acara dibuka oleh Dr. Dian Kurniasih selaku perwakilan BRMP Hortikultura. Dalam sambutannya, ia menyampaikan harapan untuk mengembalikan kejayaan jeruk yang pernah menjadi komoditas primadona di Kecamatan Tebas. Selanjutnya, Yupi Aprianto, S.ST., yang mewakili Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, menekankan pentingnya penanganan organisme pengganggu tumbuhan (OPT), termasuk lalat buah. Hal ini mengingat jeruk merupakan salah satu komoditas yang berperan penting dalam menggerakkan perekonomian masyarakat di Kecamatan Tebas.
Perwakilan Project Implementation Unit (PIU) Kalimantan Barat turut menyampaikan bahwa jeruk merupakan salah satu komoditas dalam program ICARE. Salah satu tantangan utama pengembangan jeruk adalah penyakit Citrus Vein Phloem Degeneration (CVPD), yang bersifat sistemik dan dapat menular melalui kutu loncat. Penyakit ini juga berpotensi menyebar melalui penggunaan bahan perbanyakan tanaman yang telah terinfeksi. Oleh karena itu, deteksi dini dan pencegahan menjadi langkah penting untuk menekan penyebaran penyakit.
Kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Bapak Abu Bakar., SP mengenai “Manfaat Penggunaan Benih Jeruk Sehat untuk Peningkatan Produktivitas Jeruk”. Materi ini menekankan pentingnya penggunaan benih sehat dan bersertifikat untuk mendukung pertumbuhan tanaman yang seragam, menjaga stabilitas produktivitas dan mutu buah, serta meningkatkan keberlanjutan produksi jeruk.
Selanjutnya, BRMP Jestro yang diwakili oleh Ibu Dina Agustina menyampaikan materi “Implementasi Kit Deteksi Cepat Penyakit Huanglongbing”. Kegiatan ini dilengkapi dengan praktik deteksi menggunakan sampel yang dibawa oleh petani, sehingga peserta dapat mengenal penerapan kit deteksi cepat dalam pemeriksaan kesehatan tanaman jeruk di lapangan.
Melalui kegiatan ini, petani diharapkan semakin memahami pentingnya penggunaan benih sehat serta penerapan deteksi dini untuk mendukung pencegahan penyebaran penyakit HLB. Langkah ini menjadi bagian penting dalam menjaga produktivitas dan keberlanjutan pengembangan komoditas jeruk di Kabupaten Sambas.
Benih sehat, deteksi dini, jeruk berkualitas.
#ICARE #BRMPJestro #Bimtek #DeteksiDiniHLB #BenihJerukSehat #Hortikultura #Pertanian #KabupatenSambas